NOKTAH MERAH KELUARGA

Setelah lama jadi Silent Rider Akhirnya Nubie pun bergabung dengan cerita forum sini, Hanya untuk Sekedar menuangkan goresan cerita Nubie di Forum Ini. Cerita ini rawan macet kerena Nubie masih Fomula yang kesulitan dalam menulis cerita ini.

Kepada Agan-agan dan para Suhu di forum ini Ijinkanlah Nubie untuk menuangkan cerita Nubie ini, Dan Mohon bimbingannya para Suhu semua, karena Cerita Nubie ini adalah cerita pertama, yang masih banyak kekurangan baik dalam penulisan atau pun alur ceritanya. Mohon masukan dan kritiknya bagi nubie yang fomula ini.

Disuatu pagi ditengah sebuah kota besar, sebuah keluarga tinggal bahagia di komplek elite yang cukup megah. Sang istri wanita yang sudah tidak muda lagi yang sudah menginjak kepala empat namun masih terlihat sangat cantik dan menarik sedang sibuk dengan pembantunya di dapur menyiapkan sarapan pagi untuk Suaminya.

Wanita tersebut adalah Sundari istri dari pengusaha Minuman kemasan Teh Bernama Gunawan Raharja, Walau pun usianya Sudah 40 tahun sudah tidak muda lagi Tapi Sundari masih sangat cantik dan mempesona.

Ditambah lagi Sundari mempunyai tubuh yang indah serta kulit kuning langsat, dengan ukuran payudara 38 D, di balik baju sexy yang selalu ia kenakan.Tonjolan payudaranya itu nampak terlihat besar sekali, ditambah lagi bulatan Pantat semoknya memancing siapa saja yang melihat ingin mencolek dan mencubit serta meremas pantatnya.

Pagi itu Sundari masih menggunakan daster tidur tipis, rambut hitam yang sebahu masih basah karena pagi itu Sundari baru saja mandi besar, karena semalam ia telah melayani Suaminya berhubungan badan

Beberapa saat kemudian makanan pun hampir selesai, Lalu Sundari menuju kamar suaminya Untuk membangunkannya, Ketika sampai di dalam kamar didapatinya Suaminya masih terlelap dalam tidurnya.

” Pap…Pap…Bangun Pap sudah pagi.” Sundari berbisik di telinga Suaminya.

” Hooaahhmmmm, Aduh Mam…Papa Masih ngantuk” Ucap Suaminya menguap sambil meregangkan kedua
tangannya

” Yaa sudah Papa…Papa sana cepat mandi Dulu. Mama mau kembali ke dapur bantu Mbok Darmi
Menyipakan sarapan pagi.” Ucap Sundari sambil beranjak meninggalkan Suaminya.

Tidak lama kemudian Gunawan Telah berdandan lalu ia keluar dari kamarnya, Dilihatnya Istrinya sedang sibuk menata makanan di atas meja makan untuk sarapan pagi.Tiba-tiba sang suami langsung memeluk sang istri dari belakang.

” Ehmmmphh..!! Enak banget nih baunya..”kata sang suami.

” Ahh.! Bisa aja kamu Pap.” Timpal sang istri.

Tangan sang suami yang memegang perut rata sang istri tangannya merambat keatas. Jelas saja ini membuat sang istri kegelian.

” Ihh…!! Nakal tangannya ” Hardik sang istri Sambil menepis tangan sang suami.

Karena Pagi itu Sundari masih mengenakan daster tipis pendek warna putih dari bahan satin, dan ia tidak mengenakan BH, Sehingga tampak sekali tonjolan payudaranya yang besar dengan ukuran Bra 38 D seakan-akan meloncat keluar. di tambah lagi cd hitam berenda terlihat dari balik daster transparan yang di pakai. Sehingga membuat suaminya tergoda dengan penampilan sexy Sundari istrinya.

” Ayolah Mam…Sebentar saja Papa lagi kepengen Nih…” Ajak sang Suami.

” Baru juga semalam Pap…” Sahut Sang istri.

” Iyaa Mam tapi semalam Papa keburu keluar.” Jawab sang suami.

” Ya udah Pap…Kita sarapan dulu.” Jawab Sang Istri.

Sebagai Istri Yang baik Sundari tidak bisa menolak keinginan Suaminya, Walau pun Sundari sendiri setiap kali berhubungan badan dengan Suaminya tidak pernah merasakan kepuasan apa lagi kenikmatan.

Setiap kali berhubungan badan dengan Suaminya, belum apa-apa Suaminya sudah keluar duluan, Mungkin karena perbedaan Usia antara mereka yang berselisih 13 tahun, dan lama kelamaan Sundari pun merasa tersiksa dengan kondisi seperti itu.

Tapi untunglah semuanya itu tidak menjadi masalah buat Sundari, Karena Sundari sendiri bisa melupakan semuanya itu dengan kesibukannya, walaupun Suami mempunyai perusahaan akan tetapi Sundari tidak bekerja di perusahaan Suaminya. Sundari lebih memilih bekerja di perusahaan lain dengan alasan profesionalisme.

Gunawan dan Sundari pun lalu menyantap sarapan pagi yang sudah tersaji di meja makan, sambil menikmati sarapan pagi mereka berdua berbincang-bincang tentang masalah bisnisnya dan pekerjaannya.

” Lho tumben Mam ..Kok belum berdandan?” Tanya Gunawan

” Iyaa Pap… Mama Hari ini berangkat kerja agak siang , Nanti Jam sembilanan Mama baru berangkat ”
jawab Sundari.

” Billy Mana Mam?” Tanya Suaminya.

” Billy Masih tidur di kamarnya Pap” Jawab Istrinya.

” Dia engak kuliah Mam”?

” Sepertinya Billy kuliah deh..Pap..”

Beberapa saat kemudian sarapan pagi pun selesai, dan Suaminya langsung menagih janji apa yang di bilang Istrinya sebelum sarapan pagi, Sundari pun langsung tersenyum manis ke arah Suaminya. Dan kini mereka berdua Sudah di dalam kamar.

” Ahhhhh….Sssshhh….Memekmu enaakk skali Mam……”

Racau Suaminya sambil terus menggenjot Memek Sundari istrinya dengan posisi istrinya terlentang di atas tempat tidur, Dan tiba-tiba tubuh Suaminya mengejang-ngejang sambil di iringi teriakan panjang.

” Ahhhkk……….., Crot…crooot…..Crooott…”

Suaminya menyemburkan lahar panas berwarna putih di dalam memek istrinya. Memek istrinya pun jadi basah akibat lahar putih yang keluar dari Kontol Gunawan Suaminya. Suaminya mengambil nafas dalam-dalam. Nafasnya yang tersengal-sengal.

” Mam kamu belum keluar yah ? ” tanya Suaminya.

” Iya engak apa-apa Pap ” Jawab istrinya.

” Semalam Juga Mama Engak keluar.”? Tanya Suaminya lagi.

” Engak apa-apa Kok Pap..” Jawab Istrinya lagi.

” Benaran Mam….”? Istrinya pun menganggukan kepala sambil tersenyum.

Sundari berbohong, Ia menyembunyikan apa yang di rasakannya selama ini, Tentu saja Sundari tidak ingin membebani Suaminya dengan masalah sexnya yang selama ini ia rasakan. Setelah itu Gunawan mengenakan pakaiannya kembali dan seketika itu juga Gunawan sudah rapih kembali dan siap berangkat ke Kantor.

Sundari pun mengantar Gunawan sampai depan rumahnya, setelah mengecup bibir Mungil merah Istrinya, Gunawan pamit pergi ke Kantor dengan mengendarai Mobil mercy tipe S-class, Sementara Sundari sambil melambaikan tangannya melepas kepergian Suaminya, Inilah kebahagian keluarga Gunawan Raharja.

********************** FLASH BACK 20 TAHUN SILAM*************************

Kehamilan Sundari menginjak usia 2 bulan, Kehamilan yang bisa di bilang sangat Muda sekali, Gunawan sang Suami sangat bahagia sekali dengan kehamilan istrinya itu, begitu juga sundari sangat bahagia dengan kehamilannya .Yang sebentar lagi Anak pertama yang di tunggu-tunggunya akan lahir.

Tapi sayang seribu sayang, sang Suami tidak bisa menemani Istrinya selama Sundari Hamil, Gunawan Harus terbang ke Amerika untuk Menyelesaikan gelar Masternya serta mengurus sedikit masalah bisnisnya.

Tentu saja semuanya ini membuat Gunawan sedikit kecewa dan tidak enak Hati, di saat-saat istrinya sedang Hamil muda yang sedang membutuhkan dirinya di sampingnya, ia harus meninggalkannya pergi keluar Negri dengan waktu yang cukup lama.

Hari ini adalah hari keberangkatan Gunawan. Setelah melalui diskusi panjang dengan Sundari Istrinya, akhirnya Istrinya memutuskan untuk merelakan Gunawan Pergi ke Amerika demi Masa depan Gunawan dan Dirinya.

Sebenarnya Gunawan merasa khawatirkan dengan kepergiannya meninggalkan istrinya, tapi Untunglah di rumah ada pembantu setianya bernama Darmi yang sudah Gunawan anggap keluarga sendiri.

Saat ini Sundari sedang sibuk membantu Gunawan suamiku untuk mengepack barang-barang yang akan ia bawa. Pukul 07.30, Mereka sudah berada di meja makan, semua makanan sudah siap dan barang-barang yang akan dibawapun sudah masuk koper semua.

” Papa harap, Mama selalu menjaga kandungan, dan control tepat waktunya.” Gunawan membuka .
pembicaraan sambil menyantap sarapan pagi.

” Iya Pap, sering-sering telpon Mama Ya pap.”Jawab Sundari

Setelah sarapan pagi selesai Gunawan pun pamit, dan ia pun juga pamit kepada Darmi pembantunya sekaligus menitipkan istrinya untuk menjaganya selama ia pergi ke America. Akhirnya Gunawan berangkat menuju Bandara.

Dua hari setelah kepergian Gunawan Suaminya Si mbok Darmi mendapatkan telpon dari kampung Bahwa keponakannya yang bernama Lastri Hamil, Akan tetapi yang jadi masalahnya Lelaki yang menghamilinya tidak mau tanggung jawab.

” Mbok bantu Aku….Aku sedang pusing nanti gimana kalau orang kampung tahu Aku ini sedang hamil tapi
engak ada Suaminya.” Lastri meratap minta tolong.

” Itulah gara-gara kamu yang tidak bisa menjaga diri kamu sendiri.” Omel si mbok sambil menasehatinya.

” Iyaa Mbok..Tapi gimana toh itu sudah terjadi Hiks…hiks…hisks..” jawab Lastri sambil menangis.

” Ya sudah coba nanti Mbok minta ijin majikan Mbok dulu untuk kamu tinggal di sini dan melahirkan di
sini.” Kata Mbok Darmi.

” Makasih Mbok….Makasih Mbok…” Kata Darmi.

Setelah melayani makan malam Sundari Majikannya, Darmi pun berencana untuk membicarakan masalah keponakannya supaya bisa tinggal bersamanya selama keponakannya itu hamil.

” Malam Nyonya maaf ada yang ingin Mbok bicarakan…” kata Darmi.

” Iyaa Mbok ada apa.”? Tanya Sundari.

Lalu Mbok Darmi menceritakan masalah yang menimpa keponakannya, sementara Sundari mendengarkannya dengan penuh perhatian, setelah mendengar cerita semuanya dari Mbok Darmi Sundari pun merasa empati terhadap Lastri.

” Yaa Mbok Aku engak keberatan kalau Keponakan Mbok tinggal disini, lagian Mbok dan Aku juga biar ada
yang menemani.”

” Makasih Nyonya..” Ucap Darmi.

Darmi langsung ngasih kabar kepada Lastri keponakannya itu, Bahwa majikannya memperbolehkannya ia tinggal di rumahnya. Dan Esok lusanya Lastri pun datang ke Jakarta Ke rumahnya Sundari.

Mbok Darmi langsung memperkenalkan keponakannya itu kepada Majikannya, Sundari merasa sangat iba sekali terhadap apa yang menimpa Lastri, Lastri hamil oleh Lelaki yang tidak bertanggung jawab, dan ternyata usia kehamilan Lastri sama dengan usia kehamilan Sundari.

*****************************

Singkat cerita Hari ini tepat sebilan Bulan Usia kehamilannya Sundari berikut juga dengan Lastri, Artinya Sundari dan Lastri akan melahirkan, dan mereka berdua sudah berada di rumah sakit untuk menghadapi persalinan.

Persalinan Sundari dan Lastri akan di lakukan dengan cara normal, kini Lastri duluan yang sedang menghadapi persalinan, dan persalinan pun berjalan lancar. Lastri melahirkan seorang Anak laki-laki.

Dan tidak lama kemudian Sundari, tapi ternyata persalinan Sundari tidak berjalan lancar sampai akhirnya dokter mengambil operasi sesar untuk menangani kehamilan Sundari. Tapi apa daya Dokter sudah berbuat semaksimal mungkin akan tetapi Tuhan menghendaki Lain, Bayinya meninggal, Dokter hanya bisa menyelamatkan Sundarinya saja.

” Hiks…Hiikss….Hiikss…..Hiikss…..”

Tangis pun pecah tak terbendung lagi setelah Sundari siuman dan mendapati bayinya telah meninggal dunia.

” Sabar…sabar..Nyonya.” Si Mbok berusaha menenangkannya.

” Hiiks…Hikks…Hiikss…” Tapi Sundari terus menangis.

Dan sampai Akhirnya Si Mbok berhasil menenangkan Majikannya Itu, Setelah majikan Sudah tenang Dokter pun datang mengucapkan bela sungkawa atas meninggal bayi dari Nyonya Sundari.

Lalu Dokter pun menyampaikan kepada Sundari tentang kesehatannya, Dokter menerangkan Bahwa untuk keselamatan nyawanya, Sundari di sarankan tidak boleh hamil lagi, Tentu saja hal ini membuat Sundari makin bersedih.

Tidak lama berselang Sundari pun mendapatkan kabar bahagia dari si Mbok pembantunya bahwa Lastri akan memberikan Bayi laki-lakinya yang baru lahir itu.

” Mbok serius? Mbok tidak sedang menghiburkukan?” Tanya Sundari.

” Iya Nyonya, Mbok cuma menyampaikan saja Niat Lastri yang mau memberikan Bayinya pada Nyonya.”
Jawab Si Mbok.

” Kenapa Mbok dia mau memberiakan Bayinya?” Tanya Sundari lagi.

” Nyonyakan Tahu sendiri, Lelaki yang menghamili Sundari tidak bertanggung Jawab, terus kalau bayinya
Lastri jadi Putra Nyonya pasti dia akan bahagia dan masa depannya terjamin.” jelas Si Mbok.

Setelah kesehatan pulih Sundari dan Lastri di perbolehkan pulang, Setelah di rumah Lastri langsung menyerahkan bayinya itu kepada Sundari tentu saja Sundari merasa bahagia sekali. Dan tentu saja ini menjadi rahasia bertiga antara Sundari, Lastri , dan Si Mbok.

Saudara Teman karib serta Suami Sundari sendiri Tahunya Bayi itu adalah bayi yang lahir dari dalam rahim Sundari, kecuali si Mbok dan Lastri. Dan Akhirnya Sundari dan Lastri pun mempunyai kesepakatan, Sundari memberikan Uang Dua ratus juta kepada Lastri dimana Kelak pada suatu Hari Lastri tidak boleh menuntut mengenai Bayinya yang telah di berikan kepadanya.

Setelah melepas pergi suaminya, Sundari pun langsung masuk kembali kedalam rumahnya, Dan di saat itu Billy anaknya keluar dari kamar, mereka berdua berpapasan, Dan pandangan Mata Billy langsung tertuju pada kedua bukit kembar Mamanya yang waktu itu tidak memakai Bh, dan bukan hanya itu saja Matanya Billy juga tertuju pada Vagina Mamanya yang terlihat dari balik Gaun tidur yang di pakainya.

Disaat Billy memandangi tubuhnya Itu bukan tidak diketahui oleh Mamanya, Sundari Mamanya pun menyadarinya akan hal itu, Entah kenapa Sundari sendiri membiarkan Semuanya itu. Tubuh mulusnya menjadi obyek atau tontonan Anaknya.

Tapi Justru dengan kelakuan Anaknya itu tidak membuatnya risih , malahan Sundari merasa senang sekali karena merasa di perhatikan oleh Anak seumuran Billy yang bisa di bilang anak ABG.

” Sayang Sarapan pagi dulu..Tuh udah Mama siapin di meja Makan.” Ucap Sundari sambil tersenyum

” Iyaa Mam…Nanti setelah Billy Mandi .” Sahut Billy, sambil membalas senyuman Mamanya.

Kemudian Sundari melangkah masuk menuju kamarnya. Setelah berada di dalam kamarnya Sejenak Sundari memperhatikan tubuhnya didepan cermin. Sundari baru benar-banar sadar bahwa Kedua payudara dan vaginanya nampak terlihat dibalik Baju tidur yang ia kenakan.

” Oh God! ternyata ini yang membuat Anakku Billy sampai melotot memandangi tubuh.” Ucap Sundari
dalam benaknya.

Sundari sadar bahwa Billy Anaknya kini sudah tumbuh menjadi lelaki dewasa, dari hari-kehari Billy tumbuh menjadi pemuda yang tampan dan gagah yang terkadang Sundari pun di buatnya terpesona oleh ketampanannya.

Pagi ini entah kenapa rasanya beda sekali yang di rasakan oleh Sundari. Sepertinya gelora nafsu menyesakan sekali di dalam dadanya, yang sudah hampir sebulan ini tak pernah merasakan nikmatnya Orgasme walaupun setiap dua hari sekali bermain sex bersama Suaminya.

” Ah, mungkin aku harus berendam di dalam kolam untuk meredam nafsu ini.” Pikir Sundari.

Sundari melirik Jam dinding yang ada didalam kamar, Jam masih menunjukan pukul setengah delapan pagi, Berarti masih banyak waktu untuk berenang diKolam belakang rumah, karena hari ini Sundari berangkat kerja agak siang.

Sundari melepaskan begitu saja Baju tidurnya di lantai kamarnya, Lalu Sundari membuka lemari Bajunya, Dan mengambil pakaian renang jenis bikini yang sexy, sesaat setelah memakai bikino itu, betapa tubuh Sundari begitu sexy putih, bening.

Kemudian Sundari mengambil kimono handuk lalu di kenakannya, dan ia pun keluar kamarnya lalu menuju kolam belakang Rumah, Sesampai di belakang Rumah Lalu di tanggalkannya Kimono Handuknya itu, Dan Lalu Sundari mulai berenang di dalam Kolam.

Sementara itu Billy dari jendela dapur sambil memegangi segelas kopi melihat pemandangan yang menggairahkan, Billy melihat Mamanya pagi itu berenang dengan memakai bikini yang sangat sexy sekali.

Sundari masih berenang didalam kolam. Sedangkan Billy memandangi terus Mamanya yang berada di dalam kolam, Mamanya itu semakin hari bukannya bertambah tua, malah semakin muda dan berisi. Tidak terlihat tanda-tanda ketuaan pada Mamanya. Semua masih halus mulus dan kencang. Billy sangat mengagumi keindahan tubuh Mamanya. Begitu juga sebaliknya Mamanya juga diam-diam mengagumi Billy.

Setelah selesai berenang Sundari langsung membersihkan badanya dengan Shower di kamare mandi, setelah selesai Mandi ia pun berdandan duduk di meja riasnya, Pagi Ini Sundari mengenakan baju kemeja putih dan rok hitam serta br4z3r warna hitam yang senada dengan rok yang di pakaiannya, Setelah selesai berdandan Sundari langsung keluar dari kamarnya. Dilihatnya Pembantunya Si Mbok Sedang sibuk membereskan bekas Sarapan Pagi.

” Mbok Billy Mana.?” Tanya Sundari.

” Den Billy ada dikamarnya.” Jawab Si Mbok.

” Ya Sudah kalau begitu Saya Mau berangkat Mbok.”

” Baik Nyonya.”

Kemudian Sundari melangkah menuju garasi rumahnya, Suara Higheels terdengar ketika langkah demi langkah mengeinjak lantai keramik rumahnya. Lekuk tubuh yang begitu menggoda terlihat mempesona bagi siapa saja yang memandangnya.

Mobil pajero sprot berwarna merah keluar dari garasi rumah sekaligus meninggalkan rumah , dan Mobil tersebut melaju dengan kecepatan standart menuju kantor tempat kerjanya.

Pagi yang cerah mengiringi Sundari hari ini, sinar mentari dengan hangat dan penuh kelembutan menyenarinya yang berada di dalam mobil, ia begitu menikmati belaian hangat sang mentari.

Seperti biasa jalanan pun sangat padat sekali, bahkan sesekali kendaraan Sundari terjebat dalam kemacetan kota Jakarta. Sampai Akhirnya satu jam lebih kemudian Sundari pun sampai di tempat Kerjanya.

Setelah memarkirkan Mobilnya Sundari langsung masuk kedalam kantor, dan beberapa karyawan kontor pun langsung menyapa dengan penuh hormat kepadanya, Karena Sundari sendiri memegang jabatan penting di kantor itu.

” Pagi Bu…” Ucap salah satu karyawan.

” Pagi…” Jawab Sundari dengan penuh Wibawa.

” Hari ini ada meeting yang harus di pimpin oleh Ibu, Dan para staf sudah menunggu di ruang meeting Bu.” .
Ucap Karyawan tersebut

Lalu Sundari langsung menuju Ruangannya Meeting, dan beberapa Staf Sudah menunggunya sambil menyiapkan beberapa laporan yang harus di berikan kepada Sundari

” Pagi semuanya ….” Sapa Sundari

” Pagi Bu.” Jawab para Staf dengan serentak

” Gimana apa bisa di mulai meeting pagi ini.” ucap Sundari.

” Bisa Bu..” jawan salah satu staffnya.

Kemudian Sundari memulai Meeting pagi, dan ia langsung meminta laporan kerjanya dari para stafnya, setelah membahas laporan Sundari Pun menanyakan kendala-kendala apa sajakan yang di hadapi oleh anak buahnya itu.

Dan Anak buahnya satu persatu memaparkan kendala-kendala yang selama ini di hadapinya terutama tentang pemasaran produknya, dan Sundari pun mendengarkan dengan seksama. kemudian Sundari memberikan Solusi kepada Anak buahnya itu bagaimana Strategi tentang pemasarannya itu.

Kemudian Sebelum Meeting pagi di tutup Sundari memberikan Motivasi kepada anak buahnya untuk bekerja lebih baik lagi. Selang dua jam Meeting pagi pun selesai, Dan Sundari langsung menuju ruangannya.

Setelah berada di dalam Ruangannya Sundari langsung duduk di balik meja, dan di saat itu pula kerjaannya sudah menumpuk di atas meja kerjanya, dari mulai berkas-berkas yang harus ia tanda tangani sampai bikin laporan yang harus ia buat.

Tanpa terasa hari sudah menjelang siang, Kemudian Sundari keluar dari ruangan kantornya Untuk makan Siang. Ketika Sedang asik menikmati makan siang tiba-tiba Sebuah telepon bordering, Membuat Sundari langsung menyambar telepon itu dari dalam Tasnya.
” Haloo.!! ” jawab Sundari.

” Ini aku Mam…!” jawab Suaminya diseberang telp.

” Oh iya Pap ada apa ? ” Tanya Sundari.

” Begini Mam… Siang ini juga Papa harus ke Surabaya Untuk urusan bisnis.” Ucap Suaminya.

” Ok..Papa, Berapa lama Papa di Surabaya”? Tanya Istrinya.

” Belum Tahu Mam.., Nanti Papa kabarin lagi.” Jawab Suaminya.

” Ok Papa.., Kalau begitu hati-hati di jalan.”

” Iya Mam..”

Setelah Makan Siang selesai Sundari langsung kembali menuju Ruang kerjanya.Ia melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai, Beberapa jam kemudian tak terasa Hari pun sudah mulai Sore dan perlahan-lahan beranjak malam. Dan di saat itu pula kerjaan pun selesai.

Kemudian Sundari menyenderkan tubuhnya sejenak di kursi kerjanya untuk melepaskan rasa penat dan capek yang di rasakannya. tiba-tiba Senyum mengembangkan dari wajahnya Sundari.

” Mungkin Aku harus di pijat, supaya tubuhku segar kembali.” Pikirnya.

Dan Sundari langsung mengambil Hpnya dari dalam Tasnya, Lalu ia menghubungi tempat massage langganannya untuk booking. Setelah membooking tempat massage, Sundari membereskan pekerjaannya dan ia langsung menuju ke tempat massage itu.

Sementara Malam itu di sebuah kamar Hotel bintang Lima, Seorang Pria Tua sedang bercumbu dengan Wanita Cantik. Wanita itu dalam posisi Nungging sedang di genjot oleh seorang Pria di belakangnya. Tangan si Pria sesekali menampar-nampar pantat Wanita itu sehingga meninggalkan bekas merah di bongkahan pantatnya.

” Ohhhh……Hhhhmmmmfffmmm…….” Wanita itu dalam keadaan Nungging merintih-rintih engak jelas.

Pria yang sedang bercumbu itu adalah Gunawan Raharja seorang pengusaha yang tidak lain Suami dari Sundari , Sedang wanita Cantik Yang sedang dalam posisi Nungging adalah Eva selingkuhannya. Gunawan dengan semangat 45 terus menggenjot Eva dari belakang, Pantatnya maju mundur dengan ritme yang cepat.

” Ahhhkk…..Mas Sayang…..Ahhk…..” Desah Eva.

Denyutan-denyutan dahsyat melanda liang vaginanya Eva. Sepertinya sebentar lagi Eva pun akan mengalami orgasme, Begitu juga sebaliknya Gunawan pun merasakan hal yang sama desakan spermanya sudah berada di ujung.

” Mas Gun….Ohh….Aku mau keluar.” Desah Eva lagi

” Iyaa Sayang….Aku Juga Mau keluar…” Sahut Gunawan

” Mas Gun Sayang… kita bareng…, keluarin aja di dalam Memekku.” Jawab Eva. Dan Akhirnya.

” Ahhhkk……Mmmmfffff…..Ahhk….Aku keluar………..” Teriak Eva

” Aku juga Sayang…….” Sahut Gunawan.

Kemudian Eva ambruk di atas tempat tidur begitu juga Gunawan Arbruk di sampingnya Eva, Eva terpejam sejenak menikmati sisa-sisa orgasmenya.Begitu juga Gunawan masih menikmati orgasme yang melandanya. Suasana nampak hening mereka saling terdiam sampai akhirnya Eva bertanya sama Gunawan.

” Malam ini Mas Gun Hebat banget.” Puji Eva.

” Ini Karena kamu ngasih Aku Obat Kuat sayang.” Jawab Gunawan.

Setiap kali Eva dan Gunawan berhubungan sex, Eva selalu memberinya obat kuat untuk Gunawan, semuanya Itu Eva lakukan supaya Gunawan agar tidak loyo saat berhubungan badan.

” Oh Yah Mas Aku mau nanya?”

” Mau nanya apa sayang.”

” Mas sampai kapan Aku harus menunggumu terus, kapam Aku ini jadi istri sah.?” Tanya Eva.

” Sabar sayang.”

” Iya Mas tapi sampai kapan Aku harus bersabar, selama ini Aku sudah cukup bersabar menunggu.”

” Baik….Baik Aku akan bicara dengan Sundari Istriku, sekaligus meminta ijin untuk menikahimu.”

” Kalau Sundari tidak mengijinkan kamu menikah denganku gimana Mas?”

” Dengan terpaksa Aku akan menceraikan istriku.”

” Sungguh Mas.”

” Iya sayang” jawab Gunawan sambil memeluk Eva.

Setelah mendengar jawaban dari Gunawan Eva pun merasa senang dan tenang, karena Eva akan mengahiri status jandanya dan sebentar lagi ia akan menjadi istri dari pengusaha bernama Gunawan Raharja.

Hari telah berganti. Malam yang hening berlalu diusir oleh sang pagi yang hangat. Dan Alarm pun sudah berbunyi yang di seting oleh Sundari sebelum ia tidur, Hari Ini Sundari Bangun Agak siang. Billy juga sudah bangun, tapi seperti biasa langsung menyeruput kopi hangat sebelum mandi.

” Kamu engak kampus Sayang.”? tanya Sundari.

” Engak Mam hari ini ada Kuliah. Mama sendiri engak ke kantor” Billy balik nanya.

” Mama ke kantor cuma nanti berangkat agak siang.” jawab Sundari.

” Ohh….” ucap Billy.

Lalu Sundari duduk di depannya Billy yang pagi itu sedang menikmati kopi sambil merokok, Kemudian Sundari melemparkan senyum kearah anaknya Billy sambil menanyakan tentang kuliahnya.

” Gimana Kuliahmu Sayang.?” Tanya Sundari.

” Sejauh ini oke sih Mam.” Jawab Billy.

” Syukurlah ….Sayang Mama Boleh nanya sesuatu engak”? Tanya Sundari.

” Mau Nanya apa Mam Kok kelihatannya serius banget.?”

” Kamu udah punya Pacar belum Sayang.?”

” Kalau Udah kenapa.., dan Kalau Belum kenapa Hehe…”? Billy balik Nanya sama Mamanya.

” Sayang Mama Serius.. Kamu bercanda aja.” Sahut Sundari.

” Iyaa Mam Billy juga serius.”

” Jawabannya Kok seperti itu.., Soalnya semenjak kamu pulang dari Australia Mama tidak pernah melihat
ada perempuan datang kerumah.”

” Ada Kok.., Mama aja yang tidak tahu. Hehehe….”

” Kalau Begitu dong sama Mama Biar Mama Tahu.”

” Iyaa nanti Kalau udah ada Billy Kenalin.”

” Kalau udah ada…bilang aja langsung kamu belum punya pacar, kok jawabannya muter-muter.”

” Idih…..Mama Kok sewot..”

” Engak Sayang…, Mama ingin kamu milih pacar calon istrimu jangan sembarangan, kamu harus lihat bibit,
bebet, bobotnya, karena kamu ini calon penerus keluarga Raharja.”

” Iya…Iya…Iya deh Mam…” Jawab Billy sambil meninggalkan Mamanya pergi.

” Hey…Sayang …Kamu mau kemana? Mama belum selesai bicara?” Tanya Sundari.

” Billy mau mandi Mam.” Jawab Billy.

Setelah Billy Pergi Mamanya kemudian Masuk kedalam kamarnya untuk siap-siap berangkat kerja,
beberapa saat kemudian Sundari sudah berdandan sangat rapih dan cantik dengan baju kerjanya yang berwarna biru di padukan dengan blazer hitam. Sesekali ia melirik ke jam tangannya.

Lantas Sundari keluar dari kamarnya dan ia menuju kamarnya Billy, berhubung Billy hari ini tidak kuliah Sundari mau minta tolong untuk di antar kerja oleh Billy.

Tok….Tok….Tok……

” Iyaaa……Masuk” sahut Billy dari dalam Kamarnya.

Lalu Sundari mendorong handle pintu kamar Anaknya untuk meminta tolong mengantarnya kerja, karena Hari ini Sundari malas bawa mobil sendiri.

” Sayang Bisa anter Mama ketempat kerja..Mama lagi males nyetir nih…”

” Iya Mam…”

Tidak lama kemudian Mereka berdua pun lantas berangkat , dalam perjalanan menuju Tempat kerja Sundari menyenderkan kepalanya di bahu kiri Billy sambil berbincang-bincang. setengah jam kemudian mereka sudah di depan kantor Sundari.

” Kita sudah sampai Mam. Jam berapa nanti kujemput?” tanya Billy.

” Jam 6 sore. Hati-hati di jalan, sayang.” Sundari merapikan seragam kerjanya lalu keluar dari mobil dan
berjalan memasuki kantornya. Dan Sorenya ketika Sundari pulang kerja Billy menjemputnya. BERSAMBUNG