Guru Olah Raga Cantik

Endah adalah seorang guru olah raga yang bekerja di sebuah SMP Negeri di Ibu Kota. Jika kebanyakan guru olah raga adalah laki-laki, Endah adalah seorang perempuan. Tak hanya itu, dia adalah perempuan yang cantik, kulitnya putih dan wajahnya menarik khas perempuan sunda. Endah mengenakan jilbab yang membuatnya semakin anggun. Walaupun begitu saat mengajar Endah mengenakan pakaian yang menunjukkan lekuk tubuhnya. Bagian yang paling menarik adalah payudaranya yang besar.

Endah sudah menikah dan dikaruniai 2 orang anak yang berumur 1 dan 4 tahun. Dia menikah dengan suaminya yang sefakultas dahulu saat masih kuliah. Setelah melahirkan anak kedua, tubuh Endah semakin montok, terutama dadanya. Walau begitu perutnya tak menjadi melar melainkan masih langsing seperti dulu. Hal ini membuat banyak guru maupun murid yang ngefans dengan Endah. Hanya mereka tak bisa apa-apa karena Endah sudah berkeluarga dan punya anak. Endah hanya bisa menjadi objek fantasi dalam khayalan mereka.

Salah satunya adalah Arman, seorang murid kelas 3. Dia sangat terobsesi dengan Endah. Setiap pelajaran olah raga dia senantiasa memperhatikan lekuk tubuh Endah. Arman juga sering stalking foto-foto Endah melalui medsosnya. Lalu didownload dan dilihat jadi bahan coli sambil membayangkan dia bisa memainkan payudaranya dan menjepit kontolnya. Arman mengakhirnya dengan orgasme, hal ini dilakukannya hampir setiap hari.

“Eh bro lagi ngapain lu?” kata Doni sambil menepuk pundak Arman. Arman kaget karena dia sedang memandangi foto-foto Endah saat istirahat jam pelajaran. Dia segera memasukan hpnya ke tasnya.

“Ah lu pasti lagi liat bokep ya, sini gue juga mau liat!” ujar Doni yang juga jagoan di sekolah itu.

“Apaan si lu, kepo banget”

“Ah, dapet juga hp lu. Sini gue liat.”

“Eh dasar lu kurang ajar, sini balikin.”

“Haha. Ternyata lu suka sama Bu Endah ya, lu pasti jadiin Bu Endah bacol lu.”

“Bukan urusan lu ah.” Arman pun mengambil kembali hp nya yang dipegang Doni.

“Yaelah, biasa aja kali. Semua cowok di sekolah suka kok sama Bu Endah, dari kepsek, murid sampai penjaga sekolah pun pada sange kalau liat Bu Endah.”

“Iya, tapi ya cuma bisa fantasi doing, dia dah punya keluarga.”

“Tapi gue punya rencana bro, nanti siang kita ketemu di warung Bu Neneng pulang sekolah.”

“Ok bos” ujar Arman

***

“Gimana, lu ada rencana apa emang?” Tanya Arman

“Ssstt.. jangan keras-keras, gue mau ngentot Bu Endah, tapi gue perlu bantuan lu.” Ujar Doni.

“Ah, gila lu. Ntar kalau kita ketangkep polisi gimana?”

“Ya makanya kita rencanain dulu, biar lancar dan aman.”

“Hhhmm. Gimana ya, gue takut ada apa-apa.”

“Yaudah kalo lo gak mau, biar gue aja yang bisa nikmatin Bu Endah yang semok hihi”

“Ok deh gue ikut, gue siap. Emang apa rencana lo?”

“Gini, udah beli obat bius hirup chloroform di internet. Ntar kita pakai itu buat ngebius Bu Endah. Terus kita ena ena deh sama dia.”

“Bentar, obat bius lu beneran manjur ga?”

“Manjur, gue udah coba sama kucing gue kemarin. Kucing gue pingsan.”

“Berapa lama emang?”

“Kuat untuk dua jam.”

“Terus dimana dan kapan nih kita beraksi?”

“Besok aja, sepulang sekolah. Siap?”

“Ok, siapa takut. Eh terus gimana kalau dia dicari suaminya?”

“Gampang, kita ambil hpnya, terus wa suaminya kalau dia ada rapat sampai magrib di sekolah.”

“Hhm.. Terus kalau dia bangun dan laporin kita ke polisi gimana?”

“Kita rekam dia bro dan foto pas lagi telanjang. Kita ancam pakai rekaman dan foto-fotonya supaya dia tutup mulut.”

“Cerdas juga lu Don.”

“Gue gitu loh, yang penting jangan sampai ada orang yang liat.”

“Ok ok.”

***

Sore itu suasana sekolah sudah sepi,banyak siswa dan guru sudah pulang. Endah belum pulang karena baru membina siswa yang akan mengikuti perlombaan atletik minggu depan. Situasi ini sangat mendukung bagi Arman dan Doni untuk menjalankan aksinya.

“Eh bro, itu tuh Bu Endah, sendirian. Ayo kita kesana.” Ajak Doni

“Bu Endah, maaf bisa minta waktunya sebentar?” ujar Arman dengan sopan.

“Eh, Arman, Doni, kalian belum pulang?” Tanya Endah.

“Iya bu. Bu kami mau konsultasi sebentar boleh?”

“Eh konsultasi apa?” Tanya Endah

“Ini bu..” tiba-tiba Doni mengeluarkan sapu tangan yang sudah diisi kloroform, lalu ditempelkan ke hidungnya.

“Eemmmmhh.. Aaaaahhhh” Endah berontak sejenak namun segera lumpuh pingsan.

“Ayo angkat bro. Bawa ke kelas.” Mereka berdua mengangkat Endah, Doni memegang pundak kiri dan Arman pundak kanan. Kebetulan kondisi mereka saat itu dekat dengan kelas. Mereka segera membawa Endah ke kelas lalu membaringkannya di lantai.

“Yes. Kita berhasil Don!” ujar Arman dengan senang.

“Kita angkat Man, ke atas meja. Baringkan di atas.” Mereka lalu menyatukan 3 buah meja agar dapat memuat seluruh tubuh Endah.

“Gila, mimpi apa gue semalem nih bisa ngeliat Bu Endah kayak gini.” Ujar Arman.

“Sabar man, kita boleh nafsu, tapi jalankan rencana kemarin. Coba lu cari hpnya.” Ujar Doni.

Doni lalu membuka hp dan menulis pesan ke suami Endah bahwa dia aka nada rapat sampai maghrib. Setelah itu dia kembali memasukannya ke saku Endah.

“Gila, cantik banget Bu Endah, seandainya gue suaminya gue entot tiap hari.” Ujar Doni sambil tangannya mengelus wajah Endah.

“Ayo bro, kita buka bajunya terus kita entot. Hihi”

“Tenang bro, pastiin dulu di luar aman gak?” ujar Doni.

“Siap bro.” Arman lalu keluar melihat-lihat kondisi.

“Aman bro, gak ada siapa-siapa.” Ujar Arman.

“Pak Hadi satpam sekolah gimana?” ujar Doni.

“Gak ada di posnya. Kayaknya lagi pergi.”

“Mantap ayo kita mulai.”

****

“Man, lu buka celananya, gue buka bajunya ya.” Ujar Doni.

Arman kemudian memelorotkan celana training yang digunakan Endah. Terpampanglah paha mulus Endah dan celana dalam hitam. Terlihat bulu kemaluan Endah menyembul di balik celana dalamnya.

“Gilee.. Mulus dan putih bro pahanya.” Ujar Arman.

Doni pun mulai membuka kaos olah raga yang dipakai Endah, terlihat bra putih yang dikenakan Endah. Setelah itu Doni langsung membuka kait bra yang dipakai Endah.

“Gila man, susunya mantap banget.” Ujar Doni.

“Yaudah, mau siapa dulu nih yang ngegarap? Nanti gentian.” Ujar Arman.

“Gue dulu ya, lu jaga di luar.” Ujar Doni.

“Ok deh, tapi lu jangan lama2 ya gue udah gak tahan.” Ujar Arman.

Doni pun kemudian menurunkan Endah ke lantai kelas. Endah sudah tidak memakai busana apapun, yang tersisa tinggal jilbabnya saja. Doni dan Arman sengaja tidak membukanya karena mereka sepakat Endah justru lebih menggairahkan kalau memakai jilbab. Arman berdiri di depan pintu sambil melihat aksi Doni. Doni pun membuka celana dan bajunya, dia telanjang bulat bersiap menggauli Endah.

Doni lalu berbaring di samping Endah, Doni mencium bibir Endah dengan bernafsu. Tangannya meremas payudara kanan dan kiri Endah. Kontolnya sudah menegang sempurna menunggu dimasukan ke sangkarnya. Arman hanya bisa menelan air liurnya melihat aksi Doni terhadap Endah.

“Eh man, keluar susunya” ujar Doni saat ada air susu yang keluar dari payudaranya.

“Ah Don, enak banget luh.” Ujar Arman.

“Sabar ya bro gue tuntasin dulu.” Ujar Doni,

Doni lalu menjepitkan kontolnya ke payudara Endah. Dia lalu memaju mundurkan kontolnya di payudara Endah.

“Ooohh.. Man,,, enak banget.. susunya empuk anget… ooohhh..” ujar Doni.

“Cepetan Don, gue juga pengen nih.” Ujar Arman.

Setelah puas melakukan titfuck, Doni kemudian memasukan kontolnya ke dalam memek Endah. Dia lalu mulai menggenjot Endah sambil tangannya meremas susunya.

“Ohhh.. aaahh.. enakk… aaaahhhh….. gue keluar bro…” dan crot… crot…. Sperma Doni masuk ke dalam memek Endah..

“Ah, udah lemes lo ya.” Tanya Arman.

“Iya bro.. enak banget..” ujar Doni.

“Eh bro, cepet pakai baju, Pak Satpam mau kesini kayaknya.